Pembelian bus senilai Rp 2 miliar yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menuai protes. Ketua Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Kabupaten Bogor Dawax Faturahman menilai jika pembelian bus tersebut hanya pemborosan uang rakyat. "Apa urgensinya membeli bus senilai Rp 2 miliar. Ini kan hanya pemborosan uang rakyat saja. Apakah memang sudah tidak ada kegiatan lainnya yang lebih penting," ujar Dawax.

Lebih lanjut Dawax mengatakan, alasan pembelian bus untuk tamu-tamu VIP dari tamu negara, sangat tidak masuk akal. Selama ini, tamu negara yang berkunjung ke daerah, selalu menggunakan mobil pribadi atau pun mobil kedutaan. "Untuk faktor keamanannya, tamu negara selalu bawa mobil sendiri. Kadang menggunakan mobil kedutaan besarnya masing-masing," jelasnya.

Karena itulah, jelas Dawax, pembelian bus VIP ini hanya pemborosan saja. Padahal, dana sebesar itu bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, semisal untuk pembangunan sekolah. "Lihat saja, masih banyak bangunan sekolah yang tidak layak. Kalau dana sebesar itu digunakan untuk membangun gedung, bisa untuk 10 ruang kelas," katanya.

Sebelumnya, sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Bogor membenarkan jika Pemkab Bogor telah membeli bus VIP untuk tamu-tamu negara. "Kita memang telah membeli sebuah bus VIP untuk tamu-tamu negara," jelasnya (BO)

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top