Lebih lanjut Dawax mengatakan, alasan pembelian bus untuk tamu-tamu VIP dari tamu negara, sangat tidak masuk akal. Selama ini, tamu negara yang berkunjung ke daerah, selalu menggunakan mobil pribadi atau pun mobil kedutaan. "Untuk faktor keamanannya, tamu negara selalu bawa mobil sendiri. Kadang menggunakan mobil kedutaan besarnya masing-masing," jelasnya.
Karena itulah, jelas Dawax, pembelian bus VIP ini hanya pemborosan saja. Padahal, dana sebesar itu bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, semisal untuk pembangunan sekolah. "Lihat saja, masih banyak bangunan sekolah yang tidak layak. Kalau dana sebesar itu digunakan untuk membangun gedung, bisa untuk 10 ruang kelas," katanya.

0 komentar:
Posting Komentar