detakbogor.com - Setelah KPU Kota Bogor resmi menetapkan pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota, pasangan Cawalkot Bogor Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman akan berbuat maksimal untuk bertarung pada Pilkada bulan September mendatang.
Bima berjanji akan memberikan yang terbaik untuk warga Bogor. "Saya siap all out untuk bertarung di Pilwakot pada 14 September nanti dan yakin akan meraih hasil yang terbaik,” ujar Bima dalam rilisnya, Sabtu (20/7/2013) malam.
Keyakinan ini juga didasari dukungan koalisi partai pengusung yang solid. Koalisi partai pendukungnya adalah Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
"Saya siap bertarung untuk memperebutkan kursi nomor satu kota Bogor bersama Usmar Hariman karena selain solidnya mesin partai pengusung dan dukungan masyarakat Bogor terhadap kami juga sangat terasa di setiap kunjungan ke berbagai wilayah di kota Bogor," ujar Bima Arya yang juga Ketua DPP PAN.
KPU menyatakan 5 pasangan lolos dalam serangkaian tes kesehatan KPU. Dua dari 5 pasangan bertarung melalui jalur independen dan 3 pasangan lainnya dari partai politik.
Dua pasangan dari jalur indenden yakni Syaeful Anwar-Muztahidin Al Ayubi dan Firman Halim-Gastono. Sedangkan tiga pasangan calon dari partai politik yakni Dody Rosadi-Untung W Maryono, Bima Arya-Usmar Hariman dan Achmad Ru'yat-Aim Halim Hermana.
Sekilas Tentang Dr Bima Arya
Bima Arya lahir di klinik dr Soekoyo Paledang Bogor 17 Desember 1972. Ia anak sulung dari tiga bersaudara. Seluruh keluarga besarnya berasal dari Bogor. Pendidikan dasar hingga SMA ditamatkan di Bogor. Sekolah Dasar di SDN Polisi IV kemudian lulus dari SMPN 1, dan SMAN I Bogor.
Bima adalah putra dari Toni Sugiarto, seorang perwira polisi. Ketika Bima dilahirkan, ayahnya berpangkat Kapten. Ketika wafat pada tahun 1997 ayahnya masih bertugas sebagai anggota DPR dari fraksi ABRI dengan pangkat Brigadir Jendral. Semasa hidupnya Toni Sugiarto dikenal sebagai tokoh Bogor, pemimpin yang sangat merakyat dan luas pergaulannya di Kota Bogor. Beliau adalah salah satu tokoh Bogor yang banyak berkiprah di bidang organisasi kemasyarakatan di Bogor.
Pendidikan Formal
1985 : SDN Polisi 4 Bogor
1988 : SMPN 1 Bogor
1991 : SMAN 1 Bogor
1996 : Sarjana Hubungan Internasional FISIP Unpar
1998 : Master of Arts, Studi Pembangunan, Monash University Melbourne Australia
2006 : Doktor Ilmu Politik, Australian National University Canberra Australia
Pendidikan Non Formal
2009 : Workshop, Indonesian Future Leaders, Nanyang University Singapore
2008 : Studi Banding, Sistem Pemilu dan Kepartaian, Islamabad, Karachi, Pakistan.
2008 : Workshop, Indonesian Young Leaders, Tokyo, Jepang.
2012 : Workshop, Pemimpin Politik se-Asia Tenggara, Centre for Democratic Institution Canberra
Pendidikan Formal
1998-2001 Dosen Fisip Universitas Parahyangan
2001- Dosen Universitas Paramadina
2001-2002 Asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Paramadina
2004-2006 Peneliti di Research School for Pasific and Asian Studies, Canberra.
2006-2010 Direktur Eksekutif Lead Intitute Paramadina
2007-2008 Konsultan di Partnership for Governance Reform, UNDP
2008-2010 Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia
2009-2010 Pemimpin Redaksi Majalah Rakyat Merdeka
2010 - Dosen Pasca Sarjana Universitas Paramadina
2010 - Komisaris Charta Politika Indonesia
Organisasi dan Kepemimpinan
1992-1993 Wakil Ketua HIMAHI FISIP Unpar
1993-1994 Ketua Senat Fisip Unpar
1993-1995 Departemen Pemuda Paguyuban Bogoriensis
1998-2000 Direktur Eksekutif Solidaritas Masyarakat Anti Narkotika (SMART)
1998-2000 Wakil Sekretaris DPD PAN Kota Bandung
2002-2004 Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia
2009-2012 Ketua Umum Ikatan Alumni Smansa Bogor
2010-2015 Ketua PP Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP)
2010-2015 Ketua Dewan Pembina Gen A
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar